POSE KALTENG, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Fairid saat membacakan sambutan pada peringatan Isra Mi’raj sekaligus pengukuhan pengurus Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya Periode 2025–2029, yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Kamis 15 Januari 2026.


Dalam sambutannya, Fairid menekankan bahwa Isra Mi’raj menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperkokoh ukhuwah Islamiyah sekaligus ukhuwah sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, menurutnya, perlu terus dijaga dan ditumbuhkan.



Baca Juga












Pada kesempatan tersebut, Fairid juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus PHBI yang telah resmi dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, kreativitas, dan tanggung jawab.
“PHBI memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi umat. PHBI diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menyemarakkan syiar Islam di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Selain itu, PHBI juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mempererat silaturahmi antarumat beragama serta memperkuat moderasi dan toleransi yang selama ini terjaga dengan baik di Kota Palangka Raya.
Fairid menuturkan, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya dikenal memiliki kehidupan beragama yang harmonis. Berdasarkan Statistik Palangka Raya 2024 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Muslim di kota ini mencapai 224.059 jiwa dan menjadi agama mayoritas yang memberi warna kuat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Dalam hal sarana ibadah, ia menyebut Kota Palangka Raya memiliki ratusan masjid dan mushala yang tersebar di berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat Muslim. Salah satu ikon keagamaan di kota ini adalah Masjid Raya Darussalam yang mampu menampung ribuan jamaah serta berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam.
Melalui kepengurusan PHBI yang baru dikukuhkan, Fairid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan sinergi program keagamaan yang kuat, inovatif, dan inklusif guna mendukung terwujudnya masyarakat yang religius sekaligus berbudaya.
“Momentum Isra Mi’raj hendaknya menjadi bahan introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat akhlak mulia, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya. (Tim)






















































































































































