POSE KALTENG, Palangka Raya – Makna Isra Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat, yang intinya adalah penerimaan perintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT sebagai pondasi utama ibadah ummat Muslim serta pengingat akan kekuasaan Allah SWT, pentingnya keimanan, keteguhan prinsip dan menjadi sumber inspirasi untuk menjalani kehidupan duniawi dengan orientasi ukhrawi (akhirat) hingga memadukan spiritualitas dengan tanggung jawab sosial.
Hal tersebut dikatakan oleh Prof. Dr. KH. Khairil Anwar M.Ag ketika dikomfirmasi oleh POSE KALTENG dalam momentum Peringatan Isra Mi’raj 1447 H/2026 M, Jum’at 16 Januari 2026 melalui WhatsApp.
Isra Mi’raj 2026 salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk meneguhkan kembali keimanan dan meningkatkan kualitas hingga kuantitas shalat dalam segala perkembangan kesibukan manusia ditengah – tengah era moderenisasi saat ini.



Baca Juga












“Hari ini 27 Rajab adalah salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam, karena pada waktu tersebut, Nabi Muhammad SAW dijemput oleh Malaikat jibril untuk menghadap Allah SWT dan menerima perintah shalat yang awalnya ditetapkan sebanyak 50 kali dalam sehari hingga akhirnya menjadi lima waktu saja dalam sehari”, tutur Kyai.
Prof. Dr. KH. Khairil Anwar selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah menerangkan bahwa makna utama peringatan Isra Mi’raj bagi umat Islam adalah mempertebal keimanan kepada Allah SWT dengan meningkatkan intensitas ibadah baik yang wajib hingga sunnah dan bersungguh – sungguh dalam kehambaan sebagai manusia kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.
“Inti dari Isra Mi’raj 2026 adalah ujian keimanan kita terhadap kekuasaan Allah SWT yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha,” terang Kyai Khairil Anwar.
Kyai Khairil Anwar mengungkapkan bahwa kualitas shalat kita akan menjadi sangat berpengaruh besar terhadap semua individu kaum muslim, mulai dari persoalan ekonomi, musibah, bencana, hingga krisis moral dan akhlak yang harus kita bentengi.
“Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj telah menunjukkan teladan dalam menjaga lingkungan dan memperkuat silaturahmi, terlebih Nabi Muhammad juga bertemu beberapa Nabi dan Rasul terdahulu dalam perjalanan Isra Miraj tersebut”, tambahnya.
Kami mengajak kaum muslimin untuk memperkuat ibadah kepada Allah, terutama shalat lima waktu, pungka Kyai Khairil Anwar. (Tim)
























































































































































