POSE KALTENG, Palangka Raya – Setiap individu yang memiliki pendidikan tinggi, diharapkan memiliki tanggung jawab yang juga tinggi untuk kemajuan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Para individu yang mampu meraih pendidikan S3 dan memiliki gelar Doktor, dipanggil untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dari daerah masing-masing.

Ini poin kunci yang saya sampaikan dalam webinar bertajuk pengembangan sumber daya manusia Kalteng, yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah Forum Silaturahmi Doktor Indonesia atau FORSILADI Kalimantan Tengah, ungkap Prof.Dr.Juni Gultom, ST.,MTP, Jumat, 27 Maret 2026 kepada POSE Kalteng usai Webinar.
Saya memberi pengantar mandat pembukaan konstitusi UUD NRI 1945 tentang tujuan negara dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pesan penting bagaimana konstitusi negara menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bung Karno, bapak bangsa kita, juga mengingatkan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menurutnya adalah alat pembebasan bangsa. Melalui pendidikan, manusia lebih cerdas dan memiliki kesadaran lebih,termasuk untuk pembangunan karakter bangsa, terangnya.






Baca Juga













Saya juga mengutip pandangan dari Abraham Maslow tentang pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai kebutuhan dasar. Maslow juga memandang manusia perlu berorganisasi dan mengembangkan terus dirinya secara optimal, tambahnya.
Ini seluruhnya sebagai rangkaian pesan penting tentang kualitas sumber daya manusia. Sebuah harapan yang juga dipahami oleh para doktor yang tergabung dalam FORSILADI Kalteng. Agar di tengah masih minimnya jumlah penduduk kita yang mampu mencapai pendidikan S3 atau bergelar doktor, ada usaha bersama secara kolaboratif untuk mendukung perluasan akses pendidikan tinggi, ucapnya.
Sejauh ini menurut data Kemendagri pada tahun 2022, jumlah doktor di Indonesia hanya sekitar 61.271 orang atau 0,02 persen dari total populasi pada tahun tersebut. Untuk Kalteng sendiri jumlah doktor sendiri diperkirakan baru sekitar 310 orang. Sebuah fakta yang membuat kita mesti sadar akan pentingnya untuk melakukan transformasi pembangunan yang berbasis sumber daya alam menjadi berbasis sumber daya manusia, imbuhnya.
Atas situasi pendidikan dan kualifikasi yang ada, sungguh diperlukan upaya bersama dalam semangat kolaborasi, untuk membenahi ketimpangan akses pendidikan yang berdampak pada kecerdasan bangsa kita. Dengan rendah hati, saya mendorong Forsiladi Kalteng untuk ikut berperan aktif, berurun pikir, berurun tindak, dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan dengan keberadaan pengurus yang ada sekarang ini, apa saja yang menjadi kebutuhan atau needs, apa saja yang menjadi kendala, apa saja upaya awal yang direncanakan dan dilakukan secara konseptual dan praktis, dari masalah Pendidikan di Kalteng, katanya.
Selanjutnya dari temuan yang ada, berdasarkan Konsep inklusif, falsafah Huma Betang, DPW FORSILADI Kalteng dapat merencanakan dan melaksanakan, serta berperan strategis dalam memperkuat Pembangunan SDM di Kalteng. Untuk itu, analisis SWOT pada langkah awal dapat dilakukan FORSILADI Kalteng untuk menemukan program-program terbaiknya yang berdampak pada Pembangunan sumber daya manusia di Kalteng, tuturnya.
Saya sangat berharap bahwa setiap doktor di Kalteng dapat bertransformasi menjadi penggerak inovasi yang inklusif sebagaimana semangat Huma Betang. Dalam semangat berorganisasi, bersinergi, dan berkolaborasi, para doktor khususnya yang ada dalam FORSILADI Kalteng diharapkan mampu mendukung arah masa depan gemilang Indonesia Emas 2045,lewat gagasan keilmuannya yang disumbangkan pada pemangku kebijakan daerah, maupun dibagikan pada masyarakat intelektual Kalteng, harap Juni Gultom.
Terima kasih juga pada para doktor yang memberi masukan, terutama pihak yang mengingatkan kebijakan saya saat menjabat Gubernur Kalteng pada periode 2005-2015. Masa di mana kami siap berbeda pendapat dengan pemerintah pusat, demi mendorong alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk kepentingan mendorong beasiswa pendidikan tinggi, termasuk mencetak para doktor baru. Selain itu kami mendorong semangat Kalteng Harati dan Kalteng Barigas dalam satu paket, termasuk mendorong Universitas Palangka Raya untuk memiliki fakultas kedokteran yang berhasil tercapai, ujarnya.
Para doktor ini juga meyakinkan bahwa dengan potensi sumber daya alam Kalteng, sejatinya kita bisa menyusun langkah dan visi besar untuk memanfaatkan kekayaan Kalteng, untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita termasuk pendidikan tinggi. Sebuah keyakinan yang baik untuk menyemangati serta mendukung Pemerintah Daerah saat ini dalam terus mengawal program perbaikan kualitas pendidikan Kalteng di tengah era efisiensi, tandasnya.
Mari pegang pula semangat “Knowledge is worth as much as gold” (Pengetahuan lebih berharga daripada emas). Sebagaimana Francis Bacon menyatakan “Knowledge is power”. dan juga Ali bin Abi Thalib, berkata : “Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau, sedangkan engkau menjaga harta”, terangnya.
Sukses dan berkembang FORSILADI Kalteng dengan program dan kontribusinya bagi Pembangunan sumber daya manusia daerah. Makin berilmu setiap individu, hendaknya makin berperan mendorong daerah dan Indonesia lebih maju, pungkas Juni Gultom.
Kalau bukan kita, siapa lagi?
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?






































































































