POSE KALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) turut hadir pada kegiatan Panen Raya dan pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, secara virtual pada Rabu 7 Januari 2026.
Kegiatan nasional ini menjadi momentum penting karena diikuti sebanyak 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta lebih dari 2 juta petani secara daring dari seluruh Indonesia.
H. Edy Pratowo selaku Wakil Gubernur Kalimantan Tengah mewakili Gubernur kalimantan Tengah, H.Agustiar Sabran telah mengikuti kegiatan tersebut dari kawasan pertanian di Jalan Alson II Lingkar Luar Kota Palangka Raya.



Baca Juga












Dalam sambutannya, H.Edy Pratowo menekankan bahwa swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani. Momentum Panen Raya menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi dan pangan nasional, tambahnya.
“Dari capaian swasembada pangan ini yaitu hasil kolaborasi dan sinergi seluruh pihak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mendukung kebijakan nasional di bidang pangan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran karena ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat kita semua,” ujar H.Edy Pratowo.

H. Rendy Lesmana selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah mengungkapkan dukungannya terhadap upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, kegiatan seperti Panen Raya seperti ini bukan hanya sekadar perayaan akan tetapi lebih kepada sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat program kerja yang telah berjalan.
“Kita harus memastikan semua program strategis, termasuk cetak sawah, optimasi lahan, dan percepatan tambah tanam dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. Sinergi lintas sektor sangat penting supaya target swasembada pangan dapat tercapai secara optimal. Hal ini sejalan dengan peran Dinas TPHP dalam mendukung program nasional, melalui koordinasi dengan pihak terkait dan pendampingan kepada petani di lapangan”, ungkapnya.
H.Rendy Lesmana juga menekankan bahwa kekuatan ketahanan pangan daerah bergantung pada kerja bersama semua pemangku kepentingan.
“Bukan hanya produksi yang terpenting akan tetapi juga bagaimana pengelolaan lahan yang efektif, dukungan teknologi yang cukup serta keterlibatan aktif petani dan penyuluh yang harus optimal”, ucapnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan yang kuat dari pemerintah pusat hingga daerah, Kalimantan Tengah dapat menjadi contoh dalam pengelolaan produksi pangan berkelanjutan serta kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional, pungkasnya. (Tim)























































































































































