POSE KALTENG, Sukamara – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), H.Edy Pratowo meninjau Shrimp Estate di Sukamara usai peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukamara ke 24 tahun. Lokasi budidaya udang berskala besar tersebut berada di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kamis, 2 Juli 2026.
Dalam tinjauannya, Wagub Kalteng H.Edy Pratowo didampingi istri dan Bupati Kabupaten Sukamara, Masduki, meninjau kawasan tersebut dan tampak berbincang dengan para pegawai dan pekerja di tambak udang tersebut sekaligus melihat perkembangan serta potensi proses sebelum panen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menargetkan dengan keberadaan dan pembangunan tambak udang seperti ini diharapkan sangat tepat untuk menjadi pendorong perekonomian di daerah pesisir terutama di Kabupaten Sukamara, khususnya untuk masyarakat Kalteng yang suka dengan konsumsi udang.








Baca Juga










“Shrimp estate ini mampu memberi dampak sosial ekonomi pada masyarakat dan bahkan dapat meningkatkan pendapatan daerah serta menjadi role model untuk memicu tumbuh berkembangnya tambak di pesisir lainnya,” terang Wagub.


Untuk lokasi budidaya udang tersebut se luas 40,17 hektar dan merupakan program strategis Kalteng. Program Shrimp estate ini adalah salah satu terobosan inovatif pengembangan budidaya udang vaname yang modern dan ramah lingkungan, dengan sumber pembiayaan dari APBD Kalteng serta kolaborasi.
H.Edy Pratowo mengungkapkan kepada POSE KALTENG bahwa Shrimp Estate ini merupakan kegiatan dari muatan lokal atau program daerah dalam rangka mendukung program Food Estate di Kalteng yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat atas arahan langsung Presiden RI, tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.
“Tentu dengan adanya program Food Estate, kita terus coba memasukan muatan lokalnya melalui kegiatan Shrimp Estate yang ada di Kabupaten Sukamara ini. Karena ini muatan lokal/program daerah, bapak gubernur dan kita semua ingin menjadikan ini sebagai produk unggulan dimasa akan datang”, terangnya.

Kita akan terus mendorong para nelayan disini untuk bisa mengembangkan tambak vaname dalam skala besar lagi kedepannya. Kemudian kawasan ini nantinya mampu terintegrasi juga dengan ekowisata melalui kegiatan shrimp estate yang juga terus dikembangkan budidaya lainnya, pungkasnya. (Tim)


















































































































